Pelangi Sehabis Hujan

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Hidup manusia di dunia ini tidak selalu penuh dengan kebahagiaan, kesuksesan, keindahan, akan tetapi ada kalanya kehidupan manusia seperti roda yang berputar , mengalami penderitaan, kesedihan, kegagalan, dan lainnya. Pada intinya tidak selalu ada sukacita dalam hidup dan ada kalanya masalah datang dalam hidup manusia.

Tokoh-tokoh Alkitab juga tidak selalu dijanjikan dengan keindahan, kebahagiaan, akan tetapi ada kalanya mereka harus menghadapi masalah terlebih dahulu, ujian barulah mereka mendapat kelegaan. Kita lihat Hana, ibu Samuel, dalam perjalanan hidupnya tidak selalu dia mengalami sukacita dalam hidupnya, kita lihat dari kehidupan keluarganya, dia tidak mengalami keindahan dalam keluarganya, dia malahan mengalami sakit hati,di mana ia dimadu, dan dihina oleh madunya karena ia mandul. ( I Sam 1:6). Kesakitan hatinya tidak membuat dirinya jauh dari Tuhan. Kesakithatian Hana justru membuat Hana makin dekat dengan Tuhan. Dia tidak mencari orang terdekat untuk share masalahnya. Langkah pertama yang dia lakukan adalah Hana berdoa kepada Tuhan dan menangis dengan tersedu-sedu ( I Sam 1: 9-10) bahkan karena pedihnya di hatinya Hana, tidak berkata-kata dalam doanya akan tetapi dia hanya bibirnya yang bergerak tapi tidak terdengar suaranya.

Akan tetapi Allah tidak tidur. Allah tahu kesedihannya dan setelah itu, Allah memberikan kepadanya seorang anak laki-laki sesuai kerinduannya dan Hana juga tidak melupakan janjinya. Hana tetap merawat Samuel dengan baik dan setelah Samuel disapih ia memberikan anaknya untuk melayani Tuhan.

Hidup manusia tidak selalu ada penderitaan, ada tagngisan air mata saja akan tetapi ada pelangi di balik hujan. Tuhan tidak memberikan ujian kepada kita yang membuat kita tidak sanggup untuk menanggung ujian itu. ( I kor 10:13). Bahkan dalam Roma 8:28 dikatakan, ” Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Allah.”

Memasuki tahun baru 2013, kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan kita, kita juga mungkin tidak tahu sampai berapa lama kita diberikan hidup, kita juga tidak tahu apa penderitaan , sakit, kesedihan yang akan kita alami di tahun baru ini akan tetapi kita harus lihat seburuk-buruknya masalah, sesakit-sakitya kita akan tetapi ada pelangi di balik hujan . Amin. Tuhan memberkati kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *