Setia Melaksanakan Hukum Tuhan

Mazmur 19

Sesungguhnya segala sesuatu dalam semesta ini memiliki aturan atau kaidah yang digunakan sebagai patokan dalam menunjukkan sebuah nilai. Aturan dan sistem nilai itu diberikan Allah agar manusia menjadi mahkota ciptaan yang bermartabat dan memiliki makna dalam hidupnya.

Apakah tujuan Allah menciptakan semesta dan segala isinya? Jawabannya adalah untuk memuliakan nama-Nya dan menikmati persekutuan dengan-Nya. Karena itu, Allah menaruh hukum-Nya di alam semesta dan dalam akal budi dan hati manusia. Untuk menemukan hukum Allah, manusia harus mengamati dan menyelidiki alam semesta. Hasil pengamatan itu melahirkan banyak ilmu pengetahuan, seperti: etika, matematika, sains, geografi, sosial, dan lainnya. Berbagai ilmu pengetahuan yang ada memampukan manusia untuk menyimpulkan bahwa Allah adalah Sumber segala pengetahuan.

Daud sendiri mengatakan bahwa pengetahuan yang diperoleh manusia dari alam semesta memantulkan kemuliaan Allah. Melalui pergerakan, keindahan, dan keteraturan pada alam semesta membawa manusia takjub pada karya Allah. Namun, apa yang dilihat dan dirasakan oleh manusia dari alam semesta adalah wahyu umum saja.

Dalam hal ini, Daud menyadari bahwa wahyu umum tidak mungkin membawa manusia mengenal lebih dekat Penciptanya. Artinya, wahyu umum tidak cukup. Karena itu diperlukan wahyu khusus, yaitu Taurat Tuhan (Alkitab) dan Kristus. Hanya melalui wahyu khusus, manusia dapat mengenal dirinya, Allah, dan alam secara benar dan tepat.

Mengenai Taurat Tuhan, Daud meyakini bahwa manusia diajar untuk hidup menurut tujuan Allah. Hanya Taurat Tuhan yang mampu mengubah manusia berdosa menjadi manusia mulia di hadapan Allah. Itu sebabnya Daud menyebut Taurat Tuhan itu sempurna, murni, suci, manis, dan menyegarkan jiwa.

Marilah kita menjadikan firman Allah sebagai oksigen yang dibutuhkan dalam kehidupan kita. Karena itu, ambillah tekad dan bacalah firman Allah setiap hari.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *